Bebas Sampah ID

Tahun baru di Badung Sisakan 354 Ton Sampah

Media: Aktual | 02 Januari 2018


Jakarta, Aktual.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Badung, Bali, mencatat telah mengumpulkan 354 ton sampah yang sempat berserakan saat perayaan malam tahun baru di pesisir Pantai Kuta, Pantai Legian, Pantai Seminyak dan Pantai Petitenget.

“Lonjakan sampah ini terjadi karena sisa dari perayaan malam tahun baru dengan total sampah yang telah dikumpulkan petugas kami mencapai 354 ton,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, Putu Eka Merthawan, saat dihubungi di Mangupura, Senin (1/1).

Dari total sampah yang berhasil dikumpulkan petugas dari sejumlah pantai setempat, kata dia, paling banyak didapat dari Pantai Kuta yang secara keseluruhan telah dibersihkan. Dala upaya pembersihan ini, DLHK Badung mengerahkan 900 petugas kebersihan yang dibantu dengan menggunakan dua loader dan 30 truk pengangkut sampah Ia menerangkan, sampah yang dihasilkan pada awal Tahun Baru 2018 terdiri dari sampah regular/rutin mencapai 250 ton, 45 ton sampah malam tahun baru, 50 ton sampah kiriman di 11 zona sebagai Kabupaten Badung.

“Dilihat sacara kesuluruhan ada peningkatan, tapi kalau dilihat peritem masih normal,” katanya.

Eka Merthawan mengharapkan, peningkatan jumlah wisatawan yang mengunjungi Pantai Kuta tidak disertai dengan penambahan produksi sampah.

Mantan Kabag Humas Badung ini menyatakan, semua staf LHK bersiaga penuh agar kenyamanan wisatawan yang berlibur disepanjang pantai terjamin saat perayaan malam tahun baru.

Lima hari menjelang tahun baru, kata Eka Merthawan kondisi sampah di Pantai Kuta berkurang secara signifikan, namun tidak sebanyak volume sampah yang ada di Pantai Kedongan dan Jimbaran.

“Saat ini, kedua pantai tersebut statusnya darurat dan perhatian sepenuhnya kita akan arahkan nanti ke kedua pantai ini mengingat kondisi pantai yang dipenuhi sampah plastik, sehingga mengganggu kenyamanan wisatawan yang menikmati kuliner di sepanjang pantai tersebut,” katanya.

Kondisi ini diprediksi akan terus bertambah mengingat sampah di laut masih ada,” katanya.

(Ismed Eka Kusuma)