Bebas Sampah ID

Inovasi Menyegarkan, Wanita ini Ubah Kulit Jeruk Jadi Pakaian

Media: http://www.pikiran-rakyat.com/hidup-gaya/2017/08/28/inovasi-menyegarkan-wanita-ini-ubah-kulit-jeruk-jadi-pakaian-408254 | 29 Agustus 2017


28 Agustus, 2017 - 23:27

PADA 2011, mahasiswi desain di Milan yang bernama Adriana Santonocito memiliki gagasan untuk membuat sebuah produk yang ramah lingkungan. Ia ingin mengolah bahan-bahan yang memang melimpah di alam namun banyak terbuang di kota kelahirannya, Sisilia, Catania.

Setelah memikirkannya, akhirnya ia menemukan banyak limbah kulit jeruk yang tidak dimanfaatkan. Kemudian, tantangan baginya adalah menemukan cara untuk mengolah ratusan ribu ton kulit jeruk yang dibuang agar bisa dimanfaatkan dengan baik.

Berkat pemikiran kreatifnya, mungkin sekarang para produsen pakaian bisa menggunakan serat yang berasal dari buah untuk membuat produk pakaiannya.

 

Proses kimia

Konsep Santonocito terinspirasi dari sebuah pertanyaan yang diajukan dalam disertasi nya. "Bisakah foulard sutra mewah terbuat dari produk sampingan jeruk jika tidak dibuang begitu saja atau dijadikan pakan ternak?"

Pertanyaan itu relevan dengan keadaan di Sicily karena ribuan ton buah jeruk dibuat jus setiap tahunnya dan meninggalkan limbah yang sangat banyak. Wanita berusia 39 tahun itu pun akhirnya menemukan jawaban dari pertanyaan itu setelah meneliti kulit jeruk di laboratorium universitasnya.

Diketahui bahwa selulosa bisa diekstraksi dari kulit jeruk. Namun, Santonocito menemukan bahwa selulosa dapat diubah menjadi benang dengan menggunakan bahan kimia. Produk itu bisa dicelup dan dicampur dengan tekstil lain, seperti kapas atau poliester, seperti yang dilansir dari BBC.

Bersama dengan teman kuliahnya Enrica Arena, ia kemudian mendirikan Orange Fiber pada tahun 2014 lalu dan mulai menjual bahan seperti sutra kepada para produsen pakaian. Tahun ini, label fashion terkenal dari Italia Salvatore Ferragamo menggunakannya dalam koleksi busana musim semi dan musim panas. Tujuannya adalah untuk membuat kemeja, gaun, dan foulards high-end nya lebih ramah lingkungan.

Orange Fiber sekarang sudah memiliki tim yang terdiri dari 12 orang. Mereka beroperasi dari pabrik pengolahan jus lokal dan mendapat bahan limbahnya secara gratis.

 

Bisnis musiman

Bisnis ini adalah bisnis musiman. Mereka hanya beroperasi pada bulan-bulan ketika gerai pembuat jus sedang menjalankan usahanya. Namun, begitu kulit jeruk telah diubah menjadi selulosa, bahan tersebut bisa disimpan untuk digunakan nanti.

Investor awal Orange Fiber, Antonio Perdichizzi, mengatakan bahwa perusahaan tersebut menarik perhatiannya karena inovasi perusahaan baru itu berbeda. Kebanyakan perusahaan yang baru berdiri di Italia adalah perusahaan digital.

Seorang profesor bisnis, ekonomi dan manajemen di Universitas Catania yang bernama Rosario Faraci mengatakan bahwa firma tersebut adalah contoh nyata "kreativitas dan semangat kewirausahaan" dapat menciptakan lapangan kerja dan bisnis baru di wilayah ini. 

Nah, kebayang kan, bagaimana wanginya nanti pakaian yang dibuat dari kulit keruk itu? (Ghea Resta Meida)***