Bebas Sampah ID

Gara-gara Sampah, Yayasan Paragita Wakili Indonesia ke Jerman

Media: http://www.galamedianews.com/daerah/160793/garagara-sampah-yayasan-paragita-wakili-indonesia-ke-jerman.html | 12 September 2017


Wartawan: Agus Somantri

GARA-GARA sampah, Yayasan Paragita mendapatkan kesempatan emas untuk pergi ke Jerman. Komunitas yang bergerak di bidang lingkungan hidup ini 
mendapatkan undangan dari Berufli Fortbildungszentren der Bayerschen Wirtschaft (bfz) gemeninnutzige Gmbh yang bermarkas di Jerman untuk membahas isu permasalahan lingkungan, seperti penanganan sampah.  
 
Ketua Yayasan Paragita, Gita Noorwardhani, mengaku, bangga dengan perhatian pihak Berufli Fortbildungszentren der Bayerschen Wirtschaft (bfz) Gemeninnutzige Gmbh yang berkedudukan di negara Jerman tersebut. Apalagi pada awalnya ada 60 komunitas lingkungan di Indonesia yang masuk nominasi mendapatkan undangan, akan tetapi kemudian disaring lagi menjadi 18.

"Awalnya ada 60 komunitas lingkungan hidup, namun disaring lagi menjadi 18, dan salah satunya dari Garut yakni saya sendiri yang dapat kesempatan tersebut," ujarnya saat ditemui di kantornya Perum Cijati Asri, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (11/9/2017).

Diakui Gita, sebelumnya pihaknya belum pernah melakukan kontak maupun komunikasi dengan lembaga bfz Ggmbh. Ia memperkirakan, munculnya nama Yayasan Paragita mungkin karena adanya informasi yang diberikan sesama pengiat lingkungan lainnya.

"Mungkin karena sesama pengiat lingkungan saling kasih tahu, kasih informasi," ucapnya.

Menurut Gita, tujuan dari undangan tersebut bukan tanpa alasan, karena sebelumnya sudah beberapa kali Kementerian Ekonomi dan Energi dari Jerman melakukan kerjasama dengan Indonesia.

"Dan pada saat ini kembali dilakukan lagi dengan tema penanganan sampah dan pengelolaanya," tuturnya.

Diungkapkan, di Jerman nanti dirinya akan diajak berkunjung ke beberapa instansi, sekolahan, kementerian, serta lembaga lainnya. Selain untuk melihat secara langsung tata cara penanganan dan pengolahan sampah, juga akan diperkenalkan pula teknologinya.

Gita pun berharap, sepulangnya dari Jerman dirinya mempunyai solusi yang lebih baik tentang tata cara penanganan dan pengolahan sampah. Ia merencanakan adanya kombinasi dari teknologi sampah yang dimilikinya dengan yang ada di Jerman sehingga memberikan hasil yang lebih baik.   

Ditambahkan Gita, dirinya datang ke Jerman tidak hanya dengan tangan kosong, melainkan ada beberapa prodak yang dibawanya. Dalam event ini,  sekaligus akan digunakan untuk memperkenalkan sejumlah produk hasil olahan sampah yang dirinya miliki.

"Karena itu bidang saya, saya juga ingin menunjukan dan solusi kedepannya," ucapnya.

Saat ini, lanjut Gita, pihaknya juga sedang melaksanakan roadshow kesetiap desa di Garut, dan tekonolgi yang didampaikan hampir sama setiap desa. Sebelum terjadinya kejenuhan pada nantinya dirinya harus memiliki solusi dari kejenuhan tersebut.

"Mungkin dengan saya berangkat ke Jerman itu, saya dapat solusinya. Apakah ada pasarnya, atau ada solusi lain untuk menangani sampah plastik yang ada sekarang, apakah dalam bentuk daur ulang atau bentuk lain," ujarnya.

Dirinya juga berharap seluruh komunitas lingkungan hidup yang ada di Garut itu bersatu semua untuk menangani sampah di Garut. Karena bila dilakukan sendiri pencapainya akan lebih lama.

"Harus ada kerjasama antara birokrasinya dan masyarakatnya. Jangan sampai adanya keengganan dari masyarakat untuk mengikuti sosialisasi yang ia lakukan selama ini," katanya.

 

Editor: Dadang Setiawan